Film Surat Dari Kematian, Misteri dibalik Ambisi Peracik Konten

Apa hal pertama yang kamu ingat ketika ada novel dari Wattpad kemudian dijadikan film? Pastinya cerita-cerita cinta anak-anak muda yang penuh dengen kegelisahan, dan akhir yang mengejutkan. Bagaimana jadinya,kali ini bukan cerita drama romantis, akan tetapi cerita horor? Film Surat Dari Kematian, sebuah cerita horor yang diadaptasi dari novel Wattpad akan segera rilis dan tayang di bioskop minggu ini. Seseram apakah film ini? Bisakah Surat dari Kematian mengejutkan penontonnnya? Berikut sinopsis Surat Dari Kematian.

Sinopsis Surat Dari Kematian

film-surat-dari-kematian-misteri-dibalik-ambisi-peracik-konten

Ya…ya. Demi konten. Tak peduli, lagi mau generasi Z atau generasi milenial. Demi status Content Creator atau entahkah peracik konten apa pun dilakukan yang penting bisa panjat sosial. Hal ini juga terjadi pada dua anak muda  Zein dan Kinan yang begitu bersemangat dengan ide-ide gila,dan saluran video YouTube menjadi tempat bagi mereka untuk berbagi dengan ide-ide gila.

Untung, selama ini ide-ide dan kreasi mereka di YouTube berhasil menarik minat warganet. Kalau, tidak ya siapa yang peduli dengan mereka meski berstatus “peracik konten”. Kali ini dua anak muda ini tertantang untuk menceritakan kisah urban  hantu Mbak Rohanna di Virgin Bride, Yogyakarta.

Sayang, rencana ini gagal, dan Zein yang begitu ambisius mencari cara agar “demi konten” yang ia inginkan berjalan dengan baik.

Untung ada Pasha, teman mereka yang baru saja mengalami kejadian mengerikan di Yogyakarta. Kejadian yang membuat Pasha mendapatkan sebuah surat.  Surat ini menjelaskan pada Pasha agar melakukan apa yang tertulis sisana. Jika tidak Pasha akan berhadapan dengan kematian yang semakin nyata.  Demi konten, Kinan dan Zein rela melakukan apa pun. Mereka berdua memtuskan untuk mencari tahu apa misteri dibalik surat itu.

Sebuah bangunan tua yang tak berpenghuni menjadi tujuan. Kabarnya, di bangunan tua tersebut pernah terjadi kasus bunuh diri. Sayangnya, di tengah-tengah “demi konten” ini keduanya harus berhadapan dengan bahaya yang mengancam.

Benarkan surat tersebut merupakan titipan dari makhluk halus? Atau ulah manusia yang juga hanya ingin mencari sesuai demi konten dan harus bertemu dengan peracik konten seperti Zein dan Kinan? Satu-satunya cara untuk mengetahui orang-orang yang berambisi demi konten ini adalah dengan menonton film Surat Dari Kematian yang akan rilis dan tayang pada tanggal 9 Januari 2020 di seluruh bioskop Indonesia.

Sumber

Review Film: Dolittle, Petualangan yang Menyenangkan

Masih ingat dengan sosok dokter yang dapat berbicara dengan hewan? Yup! Dolittle kembali. Film ini merupakan reboot dari film Dr. Dolittle (1998), dan aktor yang memerankan dokter Dolittle adalah Robert Downey Jr. Pengisi suara hewan di film Dolittle (2020) bertabur bintang. Bagaimana filmnya? Simak review dari BookMyShow.

Film Dolittle (2020) menceritakan seorang dokter terkenal mengobati siapa saja, paling mencolok dari Dr. John Dolittle (Robert Downey Jr.) adalah dirinya dapat berkomunikasi dengan hewan. Dolittle tinggal bersama sang istri Lily (Kasia Smutniak) dan teman-teman hewannya yang jenaka. 

Siapa saja? Ada Poly (Emma Thompson), seekor burung macaw yang paling dipercaya. Kemudian ada Jip (Tom Holland), seekor anjing setia berkacamata. Chee-Chee (Rami Malek), seekor gorila yang panikan, Yoshi (John Cen), seekor beruang kutub bertopi yang selalu kedinginan.

Kemudian ada Dab-Dab (Octavia Spencer), bebek berkaki logam yang cerewet, Plimpton (Kumail Nanjiani) seekor burung unta berstoking yang selalu mengeluh, terakhir ada Betsy (Selena Gomez) dan Tutu (Marion Cotillard), seekor jerapah dan rubah yang bersahabat.  

Foto: Universal Pictures

Hingga suatu saat, sang istri wafat di lautan saat menjelajah tempat baru. Dolittle memutuskan tidak ingin bertemu orang-orang dan mengurung diri bersama teman-teman hewannya. Ia juga menolak untuk mengobati pasien. 

Semua berubah saat muncul Lady Rose (Carmel Laniado), orang kerajaan yang meminta Dolittle untuk memeriksa Ratu Victoria yang sedang sakit. Juga kemunculan Tommy Stubbins (Harry Collett), anak pemburu yang membawa tupai sekarat. Tommy tidak sengaja menembak tupai tersebut.

Dolittle terpaksa harus menyembuhkan penyakit sang ratu karena tempat tinggalnya bersama hewan-hewan merupakan pemberian Ratu Victoria. Jalan satu-satu menyembuhkan sang ratu yaitu harus berlayar mencari buah Eden.  Perjalanan Dolittle dan hewan-hewan kesayangannya membawanya pada petualangan tak terduga. Berhasilkah mereka?

Film Dolittle, Petualangan yang Menyenangkan

Film Dolittle (2020) sangat berbeda dengan versi Eddie Murphy di tahun 1998. Di sana, Dolittle muncul di dunia modern, sementara di film ini Dolittle mengambil set zaman dahulu di Inggris. Karakter-karakter hewannya pun benar-benar diadaptasi dari buku The Voyages of Doctor Dolittle karya Hugh Lofting. 

Film ini juga dibuka dengan animasi klasik layaknya tentang flashback Dolittle dapat berbicara dengan hewan, saat menolong Ratu Victoria, hingga pemberian kediaman yang luas tempat Dolittle tinggal bersama hewan-hewan kesayangannya. 

Foto: Universal Pictures

Keunggulan film Dolittle ini adalah para karakter hewan-hewan. Penonton diajak tertawa tanpa henti lewat tingkah laku mereka. Setiap hewan memiliki sifat yang berbeda dan masing-masing sukses mengundang gelak tawa. 

Nah sang dokter yang diperankan Robert Downey Jr, berhasil memerankan dokter yang sedang dilanda frustasi  namun tetap sayang kepada hewan-hewannya. Ia tidak pernah menyerah memberikan semangat, salah satunya ke Chee-Chee, seekor gorila yang diisi suara oleh Rami Malek. Salah satu kutipan yang membawa pesan kepada semua orang “It’s ok to be scared”. 

Naskah yang ditulis Stephen Gaghan dan John Whittington ini juga harus diacungi jempol. Setiap lelucon dan celetukan menghibur, tidak ada yang meleset. Misalnya di trailer ada adegan Barry, harimau yang mengejar-ngejar laser seperti kucing. Penonton segala usia bisa menikmati lelucon. 

Deretan Pengisi Suara yang Jenaka

Saat karakter hewan berbicara, mereka seperti manusia juga yang memiliki segudang masalah. Sebagai contoh Yoshi / John Cena beruang kutub yang selalu kedinginan dengan topi uniknya. Yoshi selalu bertengkar dengan Plimpton / Kumail Nanjiani, burung unta yang sinis. Kemudian ada Dab-dab yang diisi suara oleh Octavia Spencer, bebek yang selalu salah mengambil peralatan medis Dolittle.

Kemudian yang mencuri perhatian ada Kevin, seekor tupai yang tidak sengaja ditembak oleh Tommy. Kevin diisi suara oleh komedian Craig Robinson. Kevin tim baru yang akan memecahkan suasana, siap-siap tertawa lewat tingkahnya. Mau tahu tingkah konyol dan jenaka hewan lainnya? Pastikan kalian menontonnya di bioskop.

Jalan cerita film Dolittle sederhana dan memang mudah tertebak. Walau begitu, film ini menghadirkan petualangan yang menyenangkan. Sebuah film yang manis dan memberikan pesan, cocok ditonton bersama keluarga dan anak-anak. Setiap karakter hewan akan membuatmu tertawa tanpa henti. 

Sumber

Review Film Frozen 2: Menguak Misteri dan Jati Diri Elsa

Cuplikan trailer film Frozen II.

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah penantian selama 6 tahun, akhirnya Walt Disney Animation Studios menghadirkan Frozen 2. Perjalanan Elsa, Anna, Olaf, Kristoff, dan Sven bakal tayang hari ini, Rabu (20/11/2019), di seluruh bioskop Indonesia. Frozen 2 mengambil latar tiga tahun setelah film pertama. Elsa dikisahkan telah menjadi Ratu di Arandelle. Kemudian, Anna hidup bersama orang-orang yang dia sayangi, yakni Elsa, Kristoff, Olaf dan Sven.

Sutradara Chris Buck dan Jennifer Lee menyulap nuansa Frozen 2 menjadi lebih baru dan dewasa. Di awali dengan flashback masa lalu kebersamaan Elsa dan Anna bersama orangtuanya, cerita masa kecil Elsa dan Anna ternyata bukanlah isapan jempol belaka. Kisah hutan ajaib dan sungai Atohallan yang diceritakan orangtua Anna dan Elsa ternyata menyimpan tabir masa lalu kerajaan Arandelle dan asal usul kekuatan Elsa. Hingga suatu ketika, panggilan misterius mengusik Elsa.

Coba untuk mengabaikan, Elsa malah semakin terdorong untuk mencari tahu dari mana asal usul panggilan misterius tersebut. Apalagi, peristiwa aneh di kerajaan mereka semakin membuat Elsa penasaran untuk mengetahuinya. Akhirnya, Elsa pun dengan tekad kuat memberanikan diri untuk mencari tahu panggilan misterius tersebut. Kasih sayang Anna, Olaf, Kristoff dan Sven pun membuat mereka harus mendampingi Elsa, apapun yang terjadi.

Petualangan baru pun di mulai, Elsa dan lainnya menyusuri jalan setapak hingga menemukan hutan ajaib seperti yang diceritakan ayahnya. Tapi, jalan mereka tak mulus. Pertemuan dengan suku asli hutan ajaib dan bendungan legendaris semakin membuat Elsa, Anna, Olaf, Kristoff dan Sven terjerembap ke dalam misteri yang harus diselesaikan. Seolah belum selesai dengan panggilan misterius, Elsa justru menemukan secercah titik terang akan asal usul kekuatannya.

Rasa penasaran antara panggilan misterius dan pertanyaan asal usul kekuatannya membuat Elsa bimbang di tengah perjalanan. Setelah saling meyakinkan, Elsa, Anna, Kristoff, Olaf dan Sven pun sepakat untuk menyelesaikan semuanya bersama. Mampukah mereka melaluinya bersama? Harus diakui, cerita dalam Frozen 2 jauh lebih kompleks. Pertalian konflik bukan hanya sekadar hubungan kakak dan adik, tapi juga sejarah leluhur mereka dan jati diri Elsa.

Meski menampilkan latar waktu maju, nyatanya Frozen 2 telah mengulik begitu dalam jalan kehidupan Elsa dan Anna serta perjalanan kerajaan mereka. Misteri kematian dan identitas orangtua mereka juga terungkap di sini. Petualangan yang mendebarkan tak terasa garing dengan guyonan trivia ala Olaf. Manusia salju dengan hidung wortel ini mampu mencairkan rasa tegang di tengah muramnya perjalanan mereka.

Tak hanya itu, magnet lagu-lagu dan scoring seperti sekuel pertamanya tetap terjaga di Frozen 2, bahkan lebih kuat. Lagu-lagu seperti “Into the Unknown” dan “All is Found” mampu menyaingi kualitas “Let It Go” yang ada di sekuel pertama. Vokal Idina Menzel nyata terasa, kekuatan vokalnya dalam dua lagu tersebut begitu berkarakter. Selain itu, lagu-lagu yang diisi oleh Panic! At The Disco, Kacey Musgraves, dan Weezer juga tak kalah ciamik. Scoring karya Christophe Beck bisa dibilang mampu menjaga atmosfer yang menyenangkan meski di tengah petualangan mendebarkan.

SUMBER

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai