Sekarang Jepang sudah cukup ramah terhadap wisatawan muslim. Bahkan beberapa tempat umum seperti bandara juga ada praying room untuk yang ingin sholat.
Tapi yang penting, kamu tetap bisa mencicipi ramen, sushi, dan makanan otentik lainnya tanpa harus khawatir macam-macam! Duh, saya mah sama makanan jepang-jepangan takluk deh!
Ini beberapa tempat yang sempat saya coba waktu ke Tokyo. Baru sedikit sih, nanti saya update pelan-pelan ya. Selamat menikmati!
1. Naritaya Halal Ramen Shop, Asakusa.
Ramen ini mie yang sudah mendunia. Terima kasih kepada Naruto dan kawan-kawannya. Sayangnya, ramen original pasti berkuah kaldu babi. Buat yang dietnya makanan halal atau vegetarian, tentunya tak bisa coba.
Salah satu tempat makan ramen yang halal adalah Naritaya ini. Letaknya di dekat Senso-ji Temple, Asakusa. Kalau kamu masuk dari pintu gerbang utama, letaknya ada di persimpangan sebelah kiri setelah melewati barisan toko yang panjang (nakamise).
Menunya tak banyak. Ada Ramen, special ramen, dan beberapa makanan kecil seperti karaage (potongan kecil ayam goreng). Kuah ramennya bertipe kaldu ayam bening tanpa susu. Bisa juga minta tambahan topping seperti telur dan bamboo shot. Ada juga mushola kecil disini buat yang mau sholat.
Saya kesini waktu musim dingin. Rasanya luar biasa waktu malam hari bersalju makan disini. Ingin menangis rasanya saat kaldu hangat dengan mie yang kenyal ini masuk ke tenggorokan. Maklum, saya norak pertama kali kena suhu dibawah minus nol derajat celcius.
Pelayanannya cepat dan harganya tak terlalu mahal (di range 700-1500 yen per porsi). Sangat saya rekomendasikan.
Restoran ini lebih fancy daripada Nariyata. Harganya pun sedikit lebih mahal. Rasa mie nya lebih tebal dan kuahnya lebih soft. Porsinya banyak sekali! Saat mie saya sudah habis dan kuahnya masih ada, saya diberikan semangkuk nasi untuk ‘teman’ menghabiskan kuah! :)) *gagal diet*.
Letak Ouka memang di Shinjuku, pusat bisnis Tokyo. Namun ia berada di daerah perumahan warga. Dekat sekolah yang mirip seperti di Doraemon dan sebuah taman yang cukup cantik.
Jam bukanya dari jam 2 siang sampai jam 10 malam pada hari senin-kamis, untuk hari jumat toko ini libur, dan jam 12.30 – 10 malam pada sabtu dan minggu. Range harga sekitar 1200-3000 yen
3. Sushiken Asakusa
Set sushi bersama miso sup, cawan mushi, dan ocha
Sushi memang biasanya dari keluarga ikan, harusnya halal-halal saja untuk disantap bukan? Namun kadang yang membuatnya jadi tak halal adalah campuran rice vinegar ataupun mirin pada nasinya. Di Asakusa Sushiken ini kamu tak perlu khawatir, inilah restoran sushi yang bersertifikat halal pertama di Tokyo.
Menurut saya sushi disini enak. Dan kata orang lain yang pernah coba sushi di tempat lain sih, sushi disini tak jauh beda rasanya dengan yang biasa ditemukan di restoran lain. Walaupun bahan-bahannya sudah di substitusi dengan yang halal.
Alamat: Tōkyō, Taitō-ku, Asakusa 2-11-4 Jam buka: Senin-Sabtu, 12:00 – 14:00 (lunch), 17:00 – 24:00 (dinner) Minggu dan hari libur, 11:30 – 15:00 (lunch), 17:00 – 22:00 (dinner)
Range harga : 1300 – 5000 yen.
4. Saray Kebab, Asakusa
Kebab
Karena saya tinggal di Asakusa waktu di Tokyo, jadi saya banyak mengeksplore area ini. Terutama makanannya. For a quick bite, kebab di Nishiasakusa ini bisa jadi pilihan kalau sedang bosan makanan jepang. Letaknya masih di Nishiasakusa, tak jauh dari Sushiken Asakusa.
Kembali lagi pada pembahasan kuliner halal di Negeri Ginseng, faktanyamakanan khas Korea mayoritas menggunakan bahan olahan non halal. Meskipun demikian, bukan berarti Anda atau wisatawan muslim lainnya tidak bisa menikmati makanan Korea halal. Setidaknya Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan Korea yang sejatinya bukan untuk kalangan muslim friendly. Untuk memperlancar perjalanan liburan selama di Korea, kami akan membagikan beberapa tips menarik yang mungkin dapat membantu traveler untuk menemukan kuliner halal. Jadi, simak ulasan berikut ini ya!
Mencari makanan Korea halal masih menjadi tantangan untuk wisatawan ASEAN, khususnya bagi traveler muslim saat sedang berlibur ke Negeri Ginseng. Seperti yang kita tahu, Korea Selatan masih menjadi negara favorit para pelancong dari seluruh penjuru dunia.
Pemerintah Korea sepertinya sadar betul akan kemajuan pariwisata di Negeri Ginseng. Seperti yang terlihat sekarang terdapat banyak tempat makan lokal yang sudah memasang label halal untuk hidangan utama. Hal ini bertujuan supaya muslim traveler tidak lagi ragu untuk berkunjung dan menikmati kuliner di restoran atau kedai sederhana milik mereka. Tenang saja, para pemilik tempat makan ini mendapatkan sertifikat halal resmi dari lembaga terkait, yang pasti terverifikasi dapat dinikmati oleh wisatawan muslim. Jika Anda ingin menikmati hidangan Korea halal, carilah beberapa restoran di daerah Itaewon.
Makanan Korea halal biasanya juga dijual dengan harga relatif lebih mahal dibandingkan kuliner non halal. Jadi, apabila ingin mencicipi hidangan ini pastikan untuk mempersiapkan budget lebih ya traveler. Alangkah lebih baik Anda melihat harga menu makanan terlebih dahulu sebelum memesan, supaya mengetahui perkiraan uang yang harus dikeluarkan saat akan membayar nanti.
Sekedar informasi tambahan, tidak semua makanan Korea halal itu mahal. Temukan tempat makan yang menjual aneka makanan halal di Myeongdong Seoul. Kawasan wisata kuliner ini banyak dipenuhi oleh stand food truck dan pedagang kaki lima dengan mencantumkan logo halal. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, perlu diperhatikan pada beberapa jenis kudapan yang terlihat halal terkadang juga memiliki hidangan guobaorou (gorengan yang terbuat dari daging babi).
Semua jajanan berlogo halal dipastikan dapat Anda nikmati. Soal harga tidak perlu khawatir, meski dijual terjangkau rasa yang ditawarkan tidak kalah dari masakan restoran ternama. Setelah mengisi perut di Myeongdong, luangkan waktu liburanmu dengan berwisata belanja di kawasan ini untuk melengkapi itinerary liburan ke Korea Selatan.
Menggunakan Aplikasi Makanan Halal
Jika kamu sedang berada di Korea dan bingung mencari restoran halal terdekat, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Makanan Halal. Aplikasi yang satu ini banyak bermunculan di App Store pada ponsel pintar Anda. Selain membantu para muslim traveler yang kebingungan atau kesulitan menemukan makanan halal, aplikasi ini juga berguna untuk mengetahui jenis camilan di minimarket dapat dikonsumsi atau tidaknya.
Terdapat beberapa aplikasi terpercaya yang juga bekerja sama dengan ratusan restoran halal, sehingga dapat memberikan informasi terkait tempat makan terdekat yang menyajikan hidangan halal tak terkecuali saat liburan di Korea Selatan. Tak terbatas disitu saja, aplikasi Makanan Halal juga memiliki fitur scan yang diperuntukkan untuk produk makanan yang memiliki kode atau barcode. Ini biasanya dapat digunakan saat kamu ingin membeli snack di minimarket atau toko makanan namun tidak tertera label halal pada kemasannya.
Dengan fungsi scan ini, traveler bisa mengetahui bahan apa saja yang digunakan dalam produk makanan tersebut. Jika mengandung bahan non halal, maka akan diberi peringatan tertentu. Canggihnya lagi, aplikasi Makanan Halal juga dapat memberikan rekomendasi kudapan untuk traveler muslim. Cukup membantu bukan? Akan lebih sangat bermanfaat jika traveler ingin membeli snack halal di Korea untuk dijadikan oleh-oleh khas Negeri Ginseng.
Pilih Restaurant Vegetarian
Jika kesulitan menemukan restoran dengan logo halal, namun perut sudah keroncongan maka pilihan darurat yang bisa Anda ambil adalah menemukan restoran khusus vegetarian. Alasannya, karena sebagian besar restoran vegetarian tidak menggunakan bahan lain dari daging apapun.
Restoran vegetarian tidak selalu menyuguhkan sayur ataupun salad buah saja, ada banyak tempat makan vegetarian memiliki menu mengenyangkan seperti bibimbap. Meskipun resep masakan Korea bibimbap pada umumnya menggunakan telur namun untuk restoran vegetarian biasanya diganti dengan jenis sayuran lain.
Selain bibimbap, traveler juga bisa memilih menu makanan Korea halal yang tidak kalah lezat yaitu sup dengan bumbu cheonggukjang (pasta kedelai yang terbuat dari produk nabati). Tapi supaya lebih aman, ada baiknya traveler pastikan staff restoran komposisi makanan yang digunakan apakah mengandung tambahan bahan non halal.
Mencari Restoran Seafood
Apabila Anda tidak begitu menyukai masakan vegetarian dapat menemukan jenis makanan Korea halal dengan mengunjungi restoran seafood. Makanan laut Seafood merupakan salah satu jenis hidangan alternatif halal yang dapat Anda nikmati. Mencari restoran seafood di Korea tidaklah susah, apalagi kalau traveler sedang mengunjungi daerah yang dekat pantai seperti di Busan atau Pulau Jeju.
Berbagai olahan seafood yang diolah dengan resep warisan pastinya membuat wisata kuliner Anda terasa lebih sempurna sambil menikmati eloknya pemandangan laut biru di Korea Selatan. Meskipun seafood kebanyakan diolah dengan bumbu halal, traveler jangan ragu untuk bertanya kepada pemilik restoran apakah makanan ini bisa dikonsumsi oleh wisatawan muslim.
Temukan Restaurant Pork Free
Pilihan lain untuk menemukan makanan Korea Halal adalah mencari restoran dengan label pork free. Meskipun dengan label pork free menandakan kalau restoran tersebut aman dikonsumsi, tak jarang akan Anda temui di beberapa tempat masih menyajikan alkohol. Jika memang terpaksa harus makan di tempat seperti ini pengunjung sebaiknya juga bertanya terlebih dahulu, bumbu yang digunakan apakah mengandung bahan-bahan non halal.
Makan di Restoran Cepat Saji
Jika kamu berada di tempat wisata yang belum banyak menyediakan menu makanan Korea halal ,maka jatuhkan pilihan terbaik dengan mengunjungi untuk restoran cepat saji. Beberapa restoran cepat saji yang juga tersebar di negara lain termasuk Korea, biasanya menjual menu makanan dengan bahan dasar yang sama. Jika kamu masih ragu dengan kehalalan menu di restoran ini melewati proses pengolahan dengan cara tidak halal, dilakukan dengan cara halal, kamu bisa memesan menu lain yang juga cukup mengenyangkan seperti kentang goreng, atau burger non daging.
Melancong ke Negara Oppa kurang berkesan tanpa mencicipi berbagai hidangan makanan khas Korea Selatan yang dapat menggugah selera. Korea Selatan memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti Menara Seoul, Myeongdong, Istana Changdeok, Pulau Jeju, dan masih banyak lagi. Selain itu ada satu hal lagi yang tidak boleh kamu lewatkan saat mengunjungi negeri Ginseng ini adalah mencicipi makanan khas Korea Selatan. Berikut 10 kuliner khas Korea Selatan yang wajib kamu cicipi.
1. Asam, Asin, dan Gurihnya Kimchi
Kimchi merupakan yang selalu ada di dalam lemari pendingin orang Korea. Sehingga tidak heran jika Kimchi menjadi makanan khas Korea selatan yang harus kamu cicipi ketika berkunjung ke sana. Kamu pasti juga tahu kan jika Kimchi ini merupakan makanan tradisional yang terbuat dari sawi putih dan lobak. Kimchi ini sejenis asinan sayur yang difermentasi dan diberi bumbu pedas.
Di masa lalu Kimchi diucapkan dengan nama chim-chae yang berarti sayuran yang direndam. Selain dimakan secara langsung, Kimchi juga bisa divariasikan menjadi berbagai menu makanan, seperti nasi goreng, sup dan sebagainya.
2. Mencicipi Tteokbokki, Makanan bercita rasa pedas dan manis
Tteokbokki merupakan makanan khas korea selatan yang berupa kue beras. Makanan ini juga sering muncul di drama-drama Korea loh. Kue beras ini berbentuk seperti tabung panjang dan berwarna putih. Cara penyajiannya adalah dipotong-potong dan kemudian dimasak bersama saus khas Korea, gochujang. Biasanya saat makan tteokbokki orang Korea akan menambahkan telur rebus atau lembaran fish cake sebagai toping.
Pada masa Dinasti Joseon, makanan ini dimasak dengan kecap asin, daging sapi, kecambah, wortel, dan bawang bombay. Sehingga bisa dikatakan bahwa tteokbokki pada masa itu, sangat berbeda dengan tteokbokki yang dijual di masa sekarang. Kudapan ini cocok dinikmati saat musim dingin atau setelah anda berkeliling ke tempat wisata terkenal di Korea maka akhirilah dengan menyantap tteoboki pedas.
3. Rasakan manis dan gurihnya Jajangmyeon
Jajangmyeon merupakan makanan khas Korea selatan yang mirip dengan mi ayam yang ada di Indonesia. Makanan yang cukup terkenal di Korea Selatan ini biasa disajikan dengan saus pasta kacang hitam dengan citarasa asin. Saus ini disebut Chunjang oleh orang Korea. Kemudian diberi toping berupa daging yang dipotong dadu, dan dilengkapi dengan aneka sayuran.
Namun bagi kamu yang beragama Islam harus berhati-hati, karena biasanya potongan daging dari jajangmyeon ini menggunakan daging babi. Jajangmyeon pertama kali muncul pada tahun 1905, dimana seorang imigran dari Cina membuka sebuah restoran di kawasan Incheon. Saat ini restoran tersebut telah beralih fungsi menjadi Museum jajangmyeon.
4. Jika di Jepang ada sushi, maka di Korea ada Kimbab
Jika dilihat dari bentuknya kimbab ini tidak jauh berbeda dengan sushi. Varian dari isian kimbab ini juga mirip dengan sushi yaitu berupa sayur dan daging. Namun faktanya pada zaman dinasti Joseon terdapat makanan yang dinamakan bokssam atau bungkusan keberuntungan. Makanan ini terbuat dari nasi gulung yang dibungkus rumput laut kering atau sering disebut kim.
Kimbab sendiri terbuat dari nasi, daging, dan sayuran. Nasi putih yang sudah dibumbui dengan garam dan minyak wijen. Isinya pun beragam, mulai dari daging, ikan, telur, keju,acar dan sebagainya. Kimbab biasanya dibawa sebagai bekal piknik, hiking atau aktivitas lain di luar ruangan. Mungkin karena praktis dan mudah dibawa kemana saja.
5. Mencicipi Bibimbap, Nasi Campur Ala Korea
Disebut nasi campur karena kamu haru mencampur semua bahan yang ada, mulai dari lauk, nasi, dan saus hingga tercampur secara rata. Biasanya isi dari semangkuk Bibimbap ini terdiri dari nasi putih, beberapa jenis sayur, daging sapi, telur mata sapi setengah matang dan saus gochujang. Biasanya orang Korea menyantap Bibimbap ini dengan tambahan acar sebagai topping.
6. Chimaek, Ayam Goreng Tepung Khas Korea
Makanan khas Korea selatan ini biasanya disajikan dengan segelas bir sebagai pelengkap. Jadi tidak heran jika namanya Chimaek. Karena Chimaek sendiri berasal dari kata “Chi” atau chicken yang berarti ayam dan “maek” dari kata maekju yang berarti bir.
Ada banyak cara dalam penyajian Chimaek, tetapi hampir semua ayam yang disajikan memiliki cita rasa pedas dan digoreng garing serta diberi taburan wijen. Hampir semua restoran di Seoul Korea Selatan menjual Chimaek.
7. Nikmati Pedasnya Jjampong
Bagi kamu yang menyukai kuliner dengan cita rasa pedas pasti tidak akan melewatkan makanan khas Korea selatan satu ini. Jjampong sendiri merupakan mie kuah pedas yang dicampur dengan seafood dan bubuk lada merah yang biasa disebut gochugaru.
Mie jjampong ini terbuat dari tepung gandum. Jjamppong biasanya disajikan di dalam mangkok besar, dan disiram dengan kuah yang gurih, pedas, dan panas. Makanan ini akan sangat nikmat jika disantap saat musim dingin.
8. Dak Galbi atau ayam tumis pedas ala Korea
Mungkin nama Dak Galbi masih asing di telinga beberapa orang, tetapi ternyata makanan ini cukup populer di Korea Selatan. Dak Galbi ini terbuat dari daging ayam yang dipotong dadu, lalu ditambahkan saus gochujang, kol, daun bawang, kue beras atau tteok, dan bahan-bahan lainnya.
Makanan ini sangat cocok jika dimakan ramai-ramai, karena porsinya sangat banyak. Di Korea Selatan, Dak Galbi biasa disajikan di piring berukuran besar di tengah-tengah meja, sehingga kamu dan teman-temanmu dapat menyantap makanan ini bersama-sama.
9. Naengmyeon, Mie Dingin asal Korea Utara
Makanan khas korea selatan satu ini sering disajikan di musim panas. Naengmyeon sendiri merupakan makanan asal Korea utara yang populer di Korea Selatan. Naengmyeon sendiri memiliki arti mie dingin. Karena saat membuatnya mie dibilas dengan air dingin lalu dicampurkan dengan minyak, cuka, kecap, sayuran, dan disajikan dengan kuah kaldu dingin.
Di Korea Selatan sendiri terdapat dua jenis Naengmyeon, yaitu Pyongyang Naengmyeon dan Hamheung Naengmyeon. Perbedaan utama dari kedua jenis makanan ini adalah kuahnya, jika Pyongyang Naengmyeon berkuah dingin, Hamheung Naengmyeon hanya dicampur saus pedas manis tanpa kuah.
10. Samgyetang, Sup Ayam Ginseng Khas Korea Selatan
Samgyetang biasanya dibuat dengan memakai ayam muda yang direbus dalam keadaan utuh hingga terasa empuk. Kemudian dimakan dengan tambahan merica, garam, dan kimchi. Selain ginseng sup ini juga mengandung tanaman obat lain seperti kastanye, kacang cemara, buah jujuba kering, jahe, dangsam, gugija atau danggwi. Samgyetang biasanya dimakan pada saat musim panas, sehingga tubuh yang selalu berkeringat tidak menjadi lemas.
Itulah 10 makanan khas yang wajib kamu coba ketika berlibur ke Korea Selatan. Semua makanan di atas sangat mudah di cari di restoran-restoran ataupun di kedai-kedai makanan pinggir jalan. Namun perlu diingat bahwa beberapa makanan diatas mengandung babi jadi bagi kamu yang muslim harus hati-hati dalam memilih makanan yang akan dicicipi ya.